Prof G.J.Resink

Prof G.J.Resink (1911 – 1997)

oleh Mardjono Reksodiputro

 

Nama lengkapnya Gertrudes Johan Resink, lahir 11 Oktober 1911 di Yogyakarta dan wafat 4 September 1997 di Jakarta.Menurut catatan Bapak Koesoemo Oetojo, Ayah dari Ibu Soediman Kartohadiprodjo, G.J.Resink adalah putera dari seorang warganegara Belanda yang mempunyai pabrik gula di Yogyakarta dan dibesarkan di lingkungan kota tersebut. Beliau pandai berbahasa Jawa menyukai kebudayaan Jawa dan adalah salah seorang gurubesar Ilmu Hukum pertama di FHUI (setelah bergabung dengan fakultas hukum RHS)  dan terlama (wafat dalam usia 86 tahun).Di Universiteit van Indonesie (masih dibawah pemerintah Hindia Belanda – tahun 1947/48) beliau mengajar Staatsrecht (Hukum Tatanegara – kemudian digantikan tahun 1950 oleh Prof Djokosoetono) dan kemudian tahun 1950 mengajar Volkenrecht (sekarang Hukum Internasional Publik) , Conflictenrecht (sekarang Hukum Antar Tata Hukum)  dan Moderne Diplomatieke Geschiedenis van Indonesie (sekarang Sejarah Diplomatik Modern Indonesia).Beliau adalah (menurut pengetahuan saya yang terbaik – mohon koreksi atau komentar !) promotor atau ko-promotor dari Doktor Gouw Giok Siong, Doktor Ko Swan Sik dan Doktor Djenal Sidik Suraputra.

Kecuali seorang Sarjana Hukum (Meester in de Rechten – Mr) beliau adalah seorang Sastrawan. Dalam buku G.J.Resink,2001,Perifeer en efemeer- Verzamelde Gedichten Bijeengebracht en Verantwoord door Bert Paasman, Amsterdam:EM.Querido’s Uitgeverij BV. (Kumpulan Sajak), ditulis sedikit sejarah Prof.Resink. Saya sendiri mengenal beliau dari masa mahasiswa (namun tidak pernah mendapat kuliah dari beliau), sebagai kenalan/teman ayah saya Soemitro Reksodipoetro,SH, sering bertemu di rumah Bapak Moh.Saubari,SH dan di rumah Ibu S.J.Hanifa,SH di mana beliau sering bertamu. Kadang-kadang juga bertemu di jalan, karena beliau adalah seorang yang senang berjalan kaki disekitar Taman Suropati – Menteng – Jakarta Pusat.

Menurut buku di atas, beliau sejak tahu 1950 memilih menjadi warganegara Indonesia, tetap menjadi gurubesar UI sampai tahun 1976. Bukunya yang terkenal adalah Indonesia’s history between the myths (1968) – di mana beliau mengkritik pendapat bahwa Indonesia dikuasai/dijajah Belanda selama 350 tahun. Tulisannya banyak mengenai sejarah dan budaya Indonesia dan Eropa. Beliau penggemar buku/tulisan Multatuli, Claude Debussy dan Joseph Conrad.

Add comment

Administrator berhak menghapus komentar yang secara subyektif/obyektif dianggap tidak layak untuk ditampilkan.


Security code
Refresh