Hubungan antara Prof. Han Resink dengan ayah saya, Prof. Sudiman

Hubungan antara Prof. Han Resink dengan ayah saya, Prof. Sudiman
oleh Achmad S. Kartohadiprodjo
(anak tertua Prof. Sudiman Kartohadiprodjo)

Prof. Han Resink lahir di Jogjakarta, maka kedekatan beliau dengan ayah saya Prof. Sudiman Kartohadiprodjo adalah karena dahulu kakek saya R.M.A.A. Kusumo Utoyo di Jogja mempunyai rumah dijalan Klitren dan begitu juga Keluarga Resink. Jadi kedekatan ini dimulai dengan kedekatan karena Ibu saya, Ny. Oetariah yang adalah puteri dari R.M.A.A. Kusumo Utoyo.

Setelah kami pindah dari Garut ke Jakarta, rumah ayah saya Prof. Sudiman mula-mula menumpang dirumah kakek saya R.M.A.A Kusumo Utoyo di Jalan Kebon Sirih 36. Prof, Han Resink sering pula berkunjung/bertamu kepada ayah saya. Beliau ke rumah ayah saya naik sepeda atau berjalan kaki. Begitu pula ketika kami sudah pindah ke Jalan Minangkabau 48, dan bahkan ketika kami pindah ke Bandung, di Jalan Pagergunung 10.

Prof. Han Resink bekerja di di Fakultas Hukum Ilmu Kemasyarakatan dan Sastra di Jakarta, Perguruan Tinggi buatan Belanda yang terletak di Gedung PSKD, Jalan Diponegoro, depan RSCM, Jakarta. Sebelum bergabung nantinya dengan Universitas Indonesia. Sedangkan ayah saya, Prof. Sudiman bekerja di Perguruan Tinggi Hukum Darurat Republik Indonesia, di Jakarta. Beliau memberikan kuliah-kuliah hukum, mulai dari memberikan di Gedung Imigrasi sekarang yang terletak di Jalan Teuku Umar, kemudian di Jalan Kebon Sirih 36, di Sekolah Dasar Cikini Raya, di Gedung Perguruan Rakyat, Salemba, sebelah Rumah Sakit St. Carolus, dan di Gedung Kesenian Pasar Baru.

Pertemenan antara Prof. Han Resink dan Prof. Sudiman hanya berawal dari pertemanan karena teman dekat saja. Namun ketika Fakultas Hukum Ilmu Kemasyarakatan dan Sastra digabung dengan Perguruan Tinggi Hukum Darurat Republik Indonesia, di Jakarta, beliau berdua berkantor satu atap dan berkantor di Salemba 4, Jakarta, di bekas Gedung Madat atau Gudang Garam, sehingga hubungan mereka semakin erat.

Disitu bergabung pula Prof. Djokosoetono yang datang dari Jogja. Pada waktu Prof. Djokosoetono datang di Jakarta dari Jogja, ayah sempat menjemputnya di stasiun Gambir, Jakarta.
Seingat saya Prof. Djokosoetono bertempat tinggal di Jalan Tosari, sekarang dinamakan Jalan Dr. Kusumaatmaja dan Jalan Lombok.
Prof. Djokosutono menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, ayah saya mejadi Panitera Fakultas ;dan Prof. Han Resink menjadi dosen biasa dan hubungan dengan Prof. Sudiman makin erat lagi.
Ini dapat kita lihat dari Ijazah bekas mahasisiwanya, dimana ketika Prof. Djokosoetono berhalangan, kedudukan Dekan digantikan sementara oleh Prof. Sudiman, untuk menanda tangani ijazah dan kedudukan Panitera digantikan oleh Prof Han Resink.

Kenang-kenangan yang dapat saya tangkap dari Prof. Han Resink dalam hubungannya dengan ayah saya adalah ucapan Prof. Han Resink dalam buku LIMA PULUH TAHUN PENDIDIKAN HUKUM DI INDONESIA, 1974 hal 658 yang menulis:
"Soediman was veel meer “guru” dan geleerde" atau "Soediman lebih merupakan seorang guru ketimbang seorang ilmuwan".

Prof. Han Resink tinggal di Jalan Gresik, Jakarta, bersama dengan keluarga Dokter Kwari, seorang dokter anak. Prof. Han Resink hidup sendiri dan tidak menikah.
Terakhir Prof. Han Resink tinggal di Jalan Sawo atau Jalan Suwiryo, saya tidak ingat betul.
Sebelum beliau wafat pernah berkunjung ke rumah saya, untuk menengok Ibu saya Oetariah; yang waktu itu tinggal dirumah saya.

Demikianlah sekilas yang saya ingat hubungan antara Prof. Han Resink dengan ayah saya, Prof. Sudiman.

Add comment

Administrator berhak menghapus komentar yang secara subyektif/obyektif dianggap tidak layak untuk ditampilkan.


Security code
Refresh