Rekan Sejawat Prof Djokosoetono

Rekan Sejawat Prof Djokosoetono

oleh Mardjono Reksodiputro

Rekan sejawat (kolega – seangkatan/seumur) prof Djokosoetono yang saya kenal adalah (antara lain): prof Soediman Kartohadiprodjo – prof Han Resink – prof Soebekti – prof Satochid Kartanegara – prof Hazairin – prof Sardjono – prof Lie Oen Hock – prof Ting Swan Tiong – prof Oemar Senoadjie. Untuk perkenalan pertama akan saya sampaikan sepintas cerita tentang mereka masing-masing (dengan harapan akan ditambah – dikoreksi – diberi catatan khusus oleh para pembaca/rekan/murid para gurubesar ini).

Prof.Soediman Kartohadiprodjo – Beliau adalah gurubesar yang pertama mengajar saya tahun I955 – beliau mengajar Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia (Inleiding tot het Recht) dengan buku wajib dari Van Appeldoorn (masih dalam bahasa Belanda). Kemudian saya juga mendapat kuliah dari beliau dalam bidang Pengantar Hukum Perdata (Inleiding tot het Burgelijkrecht) dengan buku-buku Volmar dan Pitlo. Semua dalam bahasa Belanda dan dapat dibeli di toko-toko buku Tropen (Pasar Baru) dan Van Dorp (Pecenongan) dengan diskon, bila membawa kupon dari Yayasan Lektur Indonesia (buku-buku ini dimpor dan mendapat subsidi dari pemerintah). Dari putra sulung beliau Achmad Kartohadiprodjo,SH (teman lama di Bandung dan rekan di kantor hukum ABNR), saya mendapat informasi bahwa Prof Soedimanlah yang mulai memprakarsai adanya Asisten –dosen di Fakultas Hukum UI waktu itu. Asisten-asisten pertama beliau adalah Padmo Wahjono, Ismail Suny, Harun Alrasyid, Arifin Kadarisman, Poernadi Poerbatjaraka dan Tapiomas Ihromi-Simatupang.Pengarahan dan diskusi dengan Prof Soediman sering dilakukan di rumah beliau di Jalan Minangkabau 48 (dekat Pasar Rumput) Jakarta. Juga tentang suatu episode kedekatan Prof Soediman dengan para mahasiswa, adalah ketika para mahasiswa resah karena beberapa matakuliah wajib tidak ada dosennya. Mahasiswa Mochtar Kusumaatmadja yang menyampaikan keresahan ini pada beliau, kemudian menulis surat kepada Dekan Djokosoetono – surat ini diperiksa dahulu oleh Prof. Soediman sebelum dikirim ke Prof. Djokosoetono.Surat inilah yang mungkin merupakan awal “keretakan” antara kedua gurubesar ini, sehingga kemudian Prof Soediman pindah ke Universitas Katolik Parahyangan Bandung dan menjadi dekan Fakultas Hukumnya (sekitar awal tahu 1960-an).

Prof. Soebekti – Kuliah-kuliah lanjutan tentang Hukum Perdata saya peroleh dari Prof.Soebekti – waktu itu beliau didampingi oleh Asisten – dosen Arifin Kadarisman, yang saya kenal melalui istrinya Oemi, juga mahasiswa FH yang bekerja sebagai Kepala Perpustakaan Lembaga Kriminologi UI. Pemahaman saya tentang Hukum Perdata banyak dibantu oleh Mas Arifin dalam penjelasannya di perpustakaan. Sering hadir juga adalah teman seangkatan saya Lim Bian Kie, yang kemudian menjadi Asisten Mas Arifin, ketika saya menjadi Asisten Mas Paul Moedikdo (dosen Kriminologi). Prof Soebekti juga merangkap sebagai Hakim Agung dan Kepala Lembaga Kriminologi UI, sehingga agak jarang memberi kuliah. Kuliah-kuliah lanjutan kemudian diberikan oleh Prof.Sardjono (kemudian juga menjadi Hakim Agung) dan kuliah-kerja (werk colleges) oleh Mas Arifin, yang kemudian pindah bekerja di bidang perasuransian (Re-asuransi Indonesia), sedangkan Lim Bian Kie (Jusuf Wanandi) menjadi Asisten Prof Soejono Hadinoto, yang menggantikan Prof Djokosoetono menjadi Dekan FH-UI.

Add comment

Administrator berhak menghapus komentar yang secara subyektif/obyektif dianggap tidak layak untuk ditampilkan.


Security code
Refresh