Pancasila sebagai satu-satunya asas

 

Pancasila sebagai satu-satunya asas*

 oleh Padmo Wahjono

 

 

Bernegara adalah berorganisasi, namun di dalam satu negara akan kita jumpai pelbagai organisasi sesuai beragamnya aspek kehidupan manusia di dalam hidup berkelompok. Namun sekalipun organisasi-organisasi yang ada begitu beragam, maka selalu akan diusahakan adanya suatu yang harmonis atau suatu keseimbangan yang di dalam pola kehidupan berkelompok kita diungkapkan sebagai sesuatu yang selaras, serasi dan seimbang. Serasi dapat kita katakan sebagai sesuatu yang enak dilihat (estetis); sedangkan selaras dapat kita katakan senada atau enak di dengar, dan seimbang menunjukkan adanya suatu keseimbangan.

 

Dengan ketiga tolak ukur tersebut, maka asumsinya tercapailah kelestarian kehidupan berorganisasi di dalam negara yang terdiri dari pelbagai ragam organisasi tersebut. Secara ketatanegaraan suatu organisasi dalam suatu negara berfungsi untuk menampung aspirasi masyarakat, sedangkan aspirasi-aspirasi masyarakat yang baik ialah yang menunjang kehidupan berkelompok di dalam organisasi negara. Dengan demikian sifat hakekat setiap organisasi yang ada harus sesuai dengan dasar filosofis dari pada organisasi negara yang tiada lain ialah Pancasila. Dengan demikian Pancasila merupakan satu-satunya asas bagi setiap organisasi yang ada di Negara Republik Indonesia.

 

Berdasarkan sejarah ketatanegaraan kita, maka tumbuhnya permasalahan asas berorganisasi khususnya bagi organisasi sosial politik ialah karena berdasarkan sejarah berorganisasi sosial politik atau berpartai didasarkan pada ciri-ciri khusus masing-masing partai tersebut. Hal ini tidak menjadi persoalan apabila kita mendasarkan pada sistem liberal karena partai-partai tersebut di dalam mendinamisir kehidupan bernegara bisa saja mengadakan koalisi-koalisi dengan fihak yang tidak ikut berfungsi oposisi. Di dalam sistem ketatanegaraan kita maka mendinamisir kegiatan bernegara dilakukan dengan bermusyawarah dalam arti berembuk dengan memperhatikan dinamika masyarakat segala yang terjadi dan segala aliran yang ada. Unsur segala aliran yang ada menurut kesatuan bahasa sehingga tidak akan terjadi suatu anarki.

 

Dengan perkataan lain maka bentuk atau sifat organisasi induk menentukan segala bentuk dan sifat organisasi-organisasi di negara tersebut. Negaralah kita asumsikan sebagai organisasi induk tersebut (forma formarum). Pandangan ini diperluas menjangkau pula organisasi yang menyalurkan aspirasi masyarakat yang non-politis sifatnya, yang lazim kita kenal dengan sebutan Organisasi Kemasyarakatan.

 

Dengan demikian jelas bahwa baik bagi organisasi sosial politik dan organisasi kemasyarakatan berlaku Pancasila sebagai satu-satunya asas.

 

 

* Dikutip dari buku “Masalah-masalah Aktual Ketatanegaraan oleh Padmo Wahjono” hal 45 - 46, Penerbit Yayasan Wisma Djokosoetono, Jakarta, 1991.

Add comment

Administrator berhak menghapus komentar yang secara subyektif/obyektif dianggap tidak layak untuk ditampilkan.


Security code
Refresh