Berita - berita - Kabar Alumni

 

Kabar Alumni

  • Pada tahun 2011 M.Husseyn Umar menerbitkan buku Kumpulan Puisi-Selected Poems: Di Simpang Jalan-Under the The Traffic Lights. Di halaman 116 – 144 memuat sepuluh puisi tentang “Mencari Hukum dan Keadilan”. Puisi-puisi dalam buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Windrati Selby.Dua puisinya dapat Anda lihat di Artikel lepas Alumni - HU adalah lulusan FH&IPK UI 1957.Pernah anggota Redaksi majalah Mahasiswa Universitas Indonesia, mantan Direktur Utama PT PELNI, anggota Dewan Pendiri Yaysan Dokumentasi Sastra HB Jassin, Wakil Ketua BANI dan Of Counsel Kantor Hukum ABNR.
  • Harjono Kartohadiprodjo,Hoediatmo Hoed, dan Benjamin Mangkoedilaga, dkk menyelenggarakan suatu Reuni Pandu Rakyat Indonesia 2011 tanggal 14 Mei 2011 di Jakarta Golf Club Rawamangun. Buku yang diterbitkan berisi antara lain Perjalanan Kepanduan – Pengalaman Semasa Kepanduan – Galeri Foto – Lagu-lagi Kepanduan dan Daftar Anggota Pandu Rakyat Indonesia (dapat dimutakhirkan melalui This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau HP 0816824234 pada Setiawan Nazir).
  • Mardjono Reksodiputro,menerbitkan buku Menyelaraskan Pembaruan Hukum, Penerbit Komisi Hukum Nasional RI, pada tahun 2009.
  • Pada 4 April 2009 telah diresmikan di Gedung Mardjono Reksodiputro Kampus UI Salemba. Sebelumnya gedung ini adalah gedung berlantai  4 yang digunakan Lembaga Kriminologi, sekarang menjadi gedung Pascasarjana FISIP-UI.
  • Kantor Hukum Ali Budiardjo,Nugroho,Reksodiputro  (ABNR) dan Kantor Hukum Mochtar,Karuwin & Komar (MKK), menerbitkan buku laporan penelitian perkembangan hukum di Indonesia Reformasi Hukum Di Indonesia (Law Reform in Indonesia) – Proyek Bank Dunia dan Bappenas RI – tahun 1999, Penerbit CYBERconsult, Jakarta (laporan ini merupakan terjemahan Diagnostic Assessment of Legal Development in Indonesia – World Bank Project – IDF Grant No 28557).
  • Ismail Suny menerbitkan buku peringatan 70 tahun; Bergelut dengan Ilmu, Berkiprah dalam Politik, (Editor A.Muhammad Asrun, Ketua Panitia Pengarah : Jimly Asshidiqie), Penerbit Pustaka Sinar Harapan pada tahun 2000.
  • Tahun 1996 di Universitas Indonesia didirikan Program Studi Kajian Ilmu Kepolisian (KIK-UI) sebagai program S2 (Magister) Ilmu Kepolisian. Hingga saat ini telah diluluskan tujuh Doktor (S3) Ilmu Kepolisian. Ketua Program adalah Mardjono Reksodiputro (1996 - 2006).
  • Prof. Mr Soediman Kartohadiprodjo (lulusan RH tahun 1936)-Salah seorang pendiri Perguruan Tinggi Republik Indonesia (bersama Prof dr Sarwono dan Prof dr Slamet Iman Santoso) di Jakarta tahun 1948 (?) yang merupakan pendahulu sebelum Universiteit van Indonesie diambil alih oleh RI (1950)-beliau mendampingi Prof Djokosotoeno memimpin Fakultas Hukum dan IPK sebagai  Panitera/ Sekretaris Fakultas (kemudian diganti oleh Prof Mr Dr Hazairin) - Beliau kemudian pindah ke Bandung dan menjadi Dekan kedua di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan.  Dekan Pertama di FH UnPar adalah Dr. Tk. Sabarudin S.H. lulusan FH UI 1951, yang juga adalah ayah mertua dari Dr, Adnan Buyung Nasution S.H (koreksi dari Achmad S. Kartohadiprodjo).
  • Buku tentang masalah UI akhir-akhir ini telah terbit-Editor:Riris K.Toha-Sarumpaet, Manneke Budiman, Ade Armando, 2012,Membangun Di Atas Puing Integritas. Belajar Dari Universitas Indonesia, Penerbit: Gerakan UI Bersih dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta (785 hal.+Indeks 15 hal) (90 karangan dari berbagai Dosen dan Alumni UI dari berbagai fakultas).(mr)
  • Konstitusi dan Masa Depan Bangsa - Sebuah buku baru telah terbit (2012)  dalam rangka kerjasama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan International Conference of Islamic Scholars. Dalam Pengantar Editor dikemukakan bahwa buku ini bertujuan untuk dapat melihat dan memahami lebih jauh maksud dan tujuan Founding Fathers kita, sekaligus memahami maksud perumus rancangan perubahan UUD 1945.A.l. tulisan yang dimuat dalam buku ini adalah dari (alumni UI): Permadi, Sri Edi Swasono, dan Jimly Asshiddiqie.(mr)
  • Masih tentang Prof.Soediman Kartohadiprodjo. Kami menerima dua buah karangan tentang beliau. Yang pertama adalah tulisan yang dibuat oleh Prof.Priyatna Abdurrasjid berjudul "Prof.Soediman Kartohadiprodjo - Guruku" dan yang kedua adalah tulisan berupa Komentar RRI tanggal 27 Januari 1970 "In Memoriam Soediman Kartohadiprodjo". Kedua tulisan ini akan Anda dapat baca dalam Rubrik Artikel tentang Rekan Sejawat Prof Djokosoetono. Administrator situs web ini berterima kasih kepada keluarga Almarhum yang telah mengirim bahan ini. Foto-foto lama Almarhum di UI pun kami nantikan.(mr) 
  • Kabar yang sering terdengar oleh murid-murid Prof Djokosoetono adalah bahwa amat disayangkan beliau tidak pernah menulis. Namun melalui Achmad Kartohadiprodjo disampaikan berita bahwa dalam buku Prof.Bushar Muhammad,SH Asas-asas Hukum Adat (Pradnya Paramita,1977) dikatakan adanya buku Sejarah Politik Hukum Adat (1954) yang ditulis oleh Prof.Dr R.Supomo dan Prof.Mr R.Djokosutono,dengan bantuan Ny.Mr Ch.Pieters-Gill. Buku ini diterbitkan oleh Djambatan setebal 166 halaman.(mr)
  • Telah terbit buku tentang Mochtar Kusumaatmadja dan Teori Hukum Pembangunan – Eksistensi dan Implikasi (Epistema Institute dan HuMa, 2012). Mochtar adalah mahasiswa FH & IPK 1949 -1955. Jadi beliau adalah salah satu murid prof Djokosoetono dan prof Soediman Kartohadiprodjo.Dan merupakan teman lulus seangkatan (1955) dengan Priyatna Abdurrasjid, yang juga telah menerbitkan buku Beberapa Bentuk Hukum Sebagai Pengantar Menuju Indonesia Emas 2020 (Penerbit PT Fikahati Aneska dan BANI,2008). (mr)
  • Mahasiswa yang kuliah di UI Salemba, pasti pernah ke Senen – ke Matraman dan Jatinegara – serta ke Pegangsaan. Dulu cukup naik sepeda ontel saja ! Tapi pernahkah ditanyakan asal-usul nama-nama tersebut ? Jawabannya ada dalam buku Rachmat Ruchiat (Penerbit Masup, 2011) yang juga a.l. menulis tentang Husni Thamrin tokoh Betawi (nama Jakarta oleh penduduk asli !). Kawasan Salemba dahulu bernama Struyswijk, berasal dari nama tuan tanah pertama Abraham Struys, mantan pejabat Kompeni yang kaya-raya. Daerah Utara Salemba dikenal dengan nama Senen, berasal dari nama Pasar Senen yang dulunya bernama Vinckpasser, karena dibangun oleh Justinus Vinck. Tetapi karena hari pasar awalnya hanya hari Senin, maka dikenal sebagai Pasar Senen.Kalau ke Selatan kita akan sampai ke Matraman.Tidak begitu jelas dari mana asal nama ini, ada dua dugaan, yaitu karena dulu dijadikan daerah pertahanan oleh pasukan Mataram dalam menyerang Batavia. Pendapat lain adalah daerah ini bekas tempat tinggal tuan Matterman.Kalau terus ke Selatan sampai ke Jatinegara, nama yang baru dikenal tahun 1942 ketika Jepang masuk. Sebelumnya bernama Meester Cornelis, berasal dari seorang guru agama Kristen dari Banda yang bernama Cornelis Senen. Sebagai guru dia biasa dipanggil meester, berarti tuan guru. Kalau dari Salemba ke Barat kita temukan Pegangsaan (masih ada Pegangsaan Barat, tapi yang Timur jadi Jalan Proklamasi !). Katanya asal kata ini adalah karena dulu tempat pemeliharaan/angon angsa !Tetapi ada pula yang menhubungkannya dengan tempat pengrajin barang-barang dari perunggu atau gangsa.(mr)
  • Bung Karno dan prof Djokosoetono sering berbicara tentang nation building - tentu saja Bung Karno dari pendekatan politik, dan prof Djoko dari segi ilmu negara dan hukum tatanegara (staatsleer en staatsrecht). Sekarang ada sebuah yayasan yang mencoba membawa aspirasi ini, yaitu Yayasan Nabil (Yayasan Nation Building), pendirinya adalah Drs Eddie Lembong,Apt. Dalam terbitan Nabil Forum Juli 2011 ada beberapa artikel yang menarik. Seperti artikel utama: Dari  Ibu Liem sampai John Lie - Sumbangsih Tionghoa di Masa Revolusi Kemerdekaan dan A. R. Baswedan: Pejuang Nasional-Jurnalis-Diplomat-Agamawan dan Seniman.(mr)
  • Teuku Mohammad Radhie (lulus FH & IPK UI 1962) -Lahir 17 Agustus 1930 dan wafat 11 Maret 1992 - mantan Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) yang sangat maju dan aktif dalam pemikirannya untuk memulai pembangunan hukum nasional di Indonesia. Almarhum adalah tangan kanan Mochtar Kusuma-Atmadja sewaktu yang terakhir ini menjabat Menteri Kehakiman (1974-1979).Menggagas organisasi ALA (Asean Law Association) dan menjadi Sekretaris Jenderal-nya yang pertama - yang kedua adalah Komar Kantaatmadja dari UNPAD dan MKK.Sewaktu menjadi mahasiswa terkenal dengan nama "diktator", karena adalah pembuat "diktat" (catatan kuliah) yang dibeli mahasiswa untuk melengkapi catatan masing-masing. (mr)
  • Dalam majalah GATRA No. 30 Tahun XIX 30 Mei - 5 Juni 2013, hal 91-92;  telah diterbitkan tulisan Sdr Achmad S Kartohadiprodjo tentang “Alasan Yuridis dan Historis memilih Pancasila”, seperti yang telah dimuat dalam situs web ini. (mr)
  • Tulisan Sdr Harjono Kartohadiprodjo tentang Pembangunan Nasional dan Ekonomi Indonesia dapat diunduh di http://amicorumdjokosoetono.com/images/PDF/Pembangunan_Nasional_dan_Ekonomi_Indonesia.pdf . Sdr. Harjono adalah alumni FHUI tahun 1965-an, aktivis mahasiswa yang kemudian menjadi pengusaha. Beliau sangat prihatin mengenai perkembangan ekonomi di Indonesia dan dalam menyusun pendapatnya dalam karangan ini telah berkonsultasi dengan sejumlah Guru Besar ekonomi teman sejawat dari alm Prof. Widjojo Nitisastro. Saat ini selain menjadi Sekjen Barisan Nasional beliau juga adalah salah satu pendiri perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award.
  • Djokosoetono Research Center - FHUI pada tanggal 5 Desember 2013 mengadakan "Seminar Kebijakan Indonesia Tentang Imigran Ilegal Terkait dengan Kedaulatan dan Tanggung Jawab Negara" serta "Memorial Day Tiga Guru Besar Filsafat Hukum".
  • Tanggal 1 Desember 2013 Mulyana W. Kusumah wafat di rumahnya di Jakarta. Almarhum memang bukan lulusan FHUI, namun lulusan Jurusan Kriminologi FISIP-UI (Angkatan ke-3). MWK menjadi salah seorang aktivis Lembaga Bantuan Hukum ketika pada tahun 1970-an mencanangkan konsep "bantuan hukum struktural" bersama dengan Bapak Paul Moedikdo,  SH dan Adnan Buyung Nasution, SH. Disamping itu MWK  juga salah seorang Dosen di Jurusan Kriminologi FISIP-UI.
  • Yayasan Nation Building (Nabil) menawarkan satu strategi kebudayaan berupa "Penyerbukan Silang Antarbudaya (Cross Cultural Fertilization)". Intinya, unsur-unsur budaya lokal yang berkualitas dan memiliki nilai dorong kemajuan dapat saling diserbuksilangkan. Di samping menyerbukkan budaya-budaya lokal yang ada, kita juga harus terbuka untuk menyerbukkan budaya kita dengan budaya unggul yang berasal dari bangsa-bangsa lainnya. Maka nantinya akan terbentuk Budaya Indonesia baru yang lebih harmonis, makin maju dan makin unggul, setara dengan kebudayaan bangsa-bangsa maju lainnya. Untuk menggali lebih dalam mengenai doktrin Penyerbukan Silang Antarbudaya, Yayasan Nabil mengundang Ibu/Bapak/Saudari/Saudara untuk mengikuti lomba penulisan dengan tema "Penyerbukan Silang Antarbudaya (Cross Cultural Fertilization) Sebagai Strategi Membangun Kebudayaan Indonesia". Keterangan lebih lanjut  bisa didapatkan dalam poster terlampir dan/atau menghubungi Panitia melalui e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..
  • Yayasan Graha Djokosoetono (YGD) telah menerbitkan buku berjudul "Kenangan Untuk Guru Kami Prof. Mr. Djokosoetono - Kumpulan Cerita Kenangan Singkat". Buku itu dimaksudkan untuk mengenang 110 tahun Guru Pinandita Djokosoetono oleh YGD. Semula buku itu ingin diterbitkan pada tanggal 5 Desember 2014 sehubungan dengan hari ulang tahun ke 110 Prof. Mr. Djokosoetono. Namun, terjadi kelambatan sehingga baru dapat diterbitkan bulan Maret 2015.

 

 

Add comment

Administrator berhak menghapus komentar yang secara subyektif/obyektif dianggap tidak layak untuk ditampilkan.


Security code
Refresh