Kesan Umum Selama Mengikuti Kuliah Prof. Djokosoetono - dari M. Husseyn Umar

Sekedar Kesan Umum Selama Mengikuti

Kuliah-kuliah Prof. Djokosoetono

oleh M. Husseyn Umar*

 

Dibawah ini disampaikan sekedar jawaban saya atas pertanyaan–pertanyaan yang dikemukakan dalam Daftar Pertanyaan untuk Survey Pengalaman dan Pandangan Alumni FHUI/PTIK/PTHM tentang Prof. Djokosoetono, S.H.

1.    Saya, M. Husseyn Umar, dahulu adalah mahasiswa angkatan tahun 1952, pada Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Indonesia. Masuk pada pertengahan tahun 1952 dan lulus sebagai Sarjana Hukum pada Januari 1957. Teman–teman seangkatan pada masa itu yang masih ada yang saya ingat antara lain, H. Adi Andojo Soetjipto.

2.    Saya pernah mengikuti kuliah Prof. Djokosoetono mengenai mata kuliah Ilmu Negara (Staatsleer). Kesan saya mengenai dan dalam mengikuti kuliah–kuliah beliau, bahwa cara beliau memberikan kuliah sangat mendalam dan menyeluruh. Beliau mengaitkan bahan kuliah secara interdisiplinair dengan bidang ilmu yang lain, seperti Hukum  Tata  Negara  dan  Filsafat  Hukum  seperti  yang  terdapat dalam berbagai literatur dari Negeri Belanda, Jerman dan Perancis yang meliputi berbagai phase dalam sejarah.

Karena luasnya lingkup bahan kuliah yang diberikannya, menyebabkan pengetahuan kita diperluas/diperkaya.

Seingat saya pada kuliah–kuliah yang diberikan beliau, beliau tidak terlalu langsung mengkritik keadaan politik yang berlangsung pada waktu itu (yaitu periode keadaan negara dibawah pemerintah Orde Lama (1950–1960). Hanya dalam kuliah, kadang–kadang beliau secara guyon mengkritik/menyindir kebijakan/tindakan beberapa menteri yang ada dalam kabinet dengan kata–kata guyon, seperti “Menteri anu itu tindakannya “ndayak”....”. Namun suatu ketika saya pernah mendengar bahwa  beliau diangkat sebagai Penasihat Pemerintah Indonesia pada waktu itu. Tetapi tidak banyak diketahui oleh umum mengenai nasehat–nasehat atau pendapat–pendapat apa yang pernah beliau sampaikan kepada pemerintah pada waktu itu.

 

*) Mantan teman serikat di kantor konsultan hukum ABNR dan mantan Presdir PT Pelni.