Kenangan sebagai mahasiswa dari Harjono Kartohadiprodjo

Kenangan Sebagai Mahasiswa  Prof. Djokosoetono

oleh M. Harjono Kartohadiprodjo*

 

Saya diminta oleh dua Senior saya yaitu Bp.Oetojo Oesman SH (Mantan Menteri Kehakiman) dan Prof Mardjono Reksodipoetro SH (Dosen Ilmu Hukum  Pidana dan Kriminologi) untuk menulis kenangan saya sebagai mahasiswa dari  Prof. Djokosoetono. Untuk itu saya merasa mendapat kehormatan dan mencoba mengingat kembali saat menjadi mahasiswa Fakutas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masarakat Universitas Indonesia dari tahun 1959-1966/67.

Saya mendapat pelajaran Ilmu Negara di Tingkat Persiapan  dan kemudian Ilmu Tata Negara  di Tingkat II dari Prof. Djokosoetono.Waktu berjalan terus tidak terasa bahwa telah 55 tahun yang lalu ilmu tersebut saya peroleh , dimana saya berguru pada beliau. Semoga ingatan saya masih bisa memenuhi harapan kedua Senior saya tersebut.

Seingat saya tidak mudah mencernakan dan memahami kuliah yang diberikan beliau.Saya rasakan setelah selesai menimba ilmu hukum di Universitas Indonesia dan hidup di masyarakat dengan bekal ilmu dari semua   Guru   Besar   saya,   harus   saya   mengakui  bahwa   Prof .  Djokosoetono adalah seorang Guru Besar yang menguasai ilmu yang diajarkannya pada para siswanya secara luas dan dalam , terutama dilihat dari ilmu pengetahuan (science). Saya rasakan bahwa beliau menguasai banyak teori Ilmu Negara maupun Tata Negara dari penulis – penulis ternama maupun memilki nama dalam bidangnya didunia, selain beliau memilki pendapat tentang kedua ilmu tersebut.

Artinya beliau menguasai banyak literatur, sedangkan pada saat itu para mahasiswa belum sempat membaca buku untuk mendalami teori-teori yang diberikan. Hal ini disebabkan langkanya buku-buku tersebut, selain penguasaan bahasa asing kami juga terbatas, terutama bahasa Belanda. Sehingga mengikuti kuliah beliau sangatlah bermanfaat sekali, karena perlu menangkap dengan cermat yang disampaikan oleh beliau. Walaupun kadang-kadang sulit dimengerti, karena cara menerangkannya suatu masalah selalu di tinjau dari banyak segi dan pendapat-pendapat yang berbeda teorinya. Kita boleh beruntung ada seorang Senior yang menguasai kuliuah beliau , yaitu Sdr. Wiranto SH, membuat diktat dari kuliahnya Prof. Djokosoetono. Sehingga bila kami lulus adalah karena belajar dari diktatnya Sdr.Wiranto bukan dari buku-buku yang disampaikan di kuliah.Tentu pengetahuan saya terasa terbatas saat ini, karena  hanya mendapat pengetahuan sesuai yang ditulis didektat tersebut. Akibatnya sulit untuk mendapat angka yang mutlak dalam ujian, sesuai sebagai seorang mahasiswa.Bila mendapat angka 2,5 + sudah harus kami terima dengan senang hati dan bisa lulus dalam mata pelajaran tersebut.

Seingat saya theory Prof. Djokosoetono tentang negara : Negara ialah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan yang sama.

Dalam kuliahnya beliau juga menyebutkan teori tentang Negara dari : Hugo de Groot (1583-1645), seorang sarjana  hukum lulusan dariUniversitas Leiden , Belanda. Prof Logeman (1892-1969) dengan teorinya: De Staat is een gezags-organizatie atau Negara adalah suatu organisasi kekuasaan. Beliau sebelum Perang Dunia II adalah Guru Besarnya Prof. Djokosoetono di Rechts Hooge Schoole di Batavia dan pernah menjadi Mentri di Kabinet Schermerhorn dan Dress sebagai Mentri Seberang Lautan.  Prof George W F Hegel (1770-1831) seorang filosof dan ahli theologi.  Prof George Jellinek (1851-1911) seorang ahli filsafat dan sejarah hukum ,yang merupakan tokoh terkemuka dalam Ilmu Negara dan Tata Negara.

Pembentukan Negara dan Tata Negara menurut beliau adalah merupakan civilization atau peradaban. Sebagaimana kebiasaan karakter atau corak dari kuliah beliau maka masalah civilization menjadi topik yang diuraikan secara terperinci dan mendalam pada saat kuliah tersebut.Demikianlah seingat saya cara Prof. Djokosoetono memberi pelajaran pada mahasiswanya, disampaikan  secara mendalam dengan membandingkan teori dari beberapa tokoh dalam bidang ilmu yang diajarkan pada kami

Tentu teori-teori hukum mengenai Ilmu Negara saya sudah banyak lupa dan baru ingat kembali  bila salah seorang asistennya seperti : Prof Padmo Wahjono SH (alm), Prof Dr.Ismail Sunny SH (alm) atau Prof Harun Alrasid SH (alm)  memberi uraian dan penjelasan  di suatu pertemuan atau seminar.

Sedangkan Ilmu Tata Negara diberikan pada Tingkat II, dimana kami dianjurkan membaca buku wajib tulisannya Mac Iver :The Web of Goverment, mudah-mudahan ingatan saya ini masih sesuai dengan keadaan saat itu.

Secara pribadi saya diperkenalkan pada Prof. Djokosoetono oleh Bang Hasan Rangkuty/Hasan Ry(alm) , besamaan saat diperkenalkan Senat Mahasiswa Fakutas Hukum & Pengetahuan Masyarakat UI kepada beliau sebagai Dekan. Dimana  saya menjadi salah seorang anggota Senat Mahasiswa. Saya diperkenalkan sebagai putra dari Prof Mr Soediman Kartohadiprodjo (alm), dimana beliau pernah bersama-sama memimpin Fakutas Hukum & Pengetahuan Masyarakat Universitas Iindonesia dari sejak awal Penyerahan Kedaulatan. Dimana Prof. Djokosoetono ditunjuk Pemerintah menjadi Dekan dan ayah saya sebagai Panitera Fakutas merangkap Wakil Dekan.

Sedangkan Ibu Djokosoetono menganggap kami bersaudara, karena salah seorang keponakan Prof. Djokosoetono yaitu Mr Soesanto Tirtoprodjo menikah dengan kakak dari Ibu saya.

Saya kagum dengan ilmu dan pengetahuan yang beliau kuasai dan setahu saya beliau adalah salah seorang Penasehat Presiden Soekarno dalam ketata negaraan. Selain itu asisten-asisten beliau, pada saat saya menjadi mahasiswa, banyak membimbing para mahasiswa untuk memahami jalan pikiran Prof. Djokosoetono dan mereka telah menjadi sarjana ternama dalam bidangnya dan bermanfaat memberikan sumbangan ilmunya bagi Nusa dan Bangsa. Mereka – mereka itu adalah seperti: Prof Padmo Wahjono SH, Prof Dr Ismail Sunny SH, Prof Harun Alrasid SH, Soenarto Kolopaking dsb. Saya sangat berterima kasih kepada para assisten beliau, karena tanpa petunjuk dari para assisten tersebut, tidak mudah memahami jalan pikiran Prof. Djokosoetono dalam kuliahnya.

Buat sarjana lulusan Fakutas Hukum & Ilmu Pengetahuan Masyarakat Universitas Indonesia dengan suka dan dukanya ,merasa bangga telah berguru ilmu hukum kepada pakar-pakar seperti : Prof.  Djokosoetono, Prof. Hazairin, Prof. Satochid Kartanegara, Prof. Lie Oen Hok, Prof TjanTjoe Sim, Prof. Hans Resink, Prof. Go Giok Siong, Prof. Soebekti, Prof. Soekardono, Prof. Seno Adjie, Prof. Soejono Hadinoto, dsb dan tentu juga jasa para asistennya. Karena mereka memiliki disiplin dalam ilmu pengetahuan, luas dan dalam pengetahuannya dan berwibawa dalam kehidupan sosialnya.

Mereka semualah yang telah menjadi sari tauladan saya dalam kehidupan sebagai seorang pengusaha. Sistimatika berpikir dalam masalah keadilan sangat bermanfaat dalam membuat dan melakukan perjanjian  dagang, demikian pula masalah kedaulatan merupakan pemandu dalam memimpin perusahaan pelayaran bila kapal kami memasuki wilayah negara asing. Banyak hal yang kemudian saya harus mempelajari ilmu-ilmu hukum yang tidak diajarkan di Fakutas Hukum & Pengetahuan Masyarakat UI,seperti soal demurage dan despacth dan asuransi maupun hukum laut dalam dunia pelayaran yang tidak diajarkan pada saat itu . Sehingga saya harus belajar Hukum Laut terutama soal keselamatan kapal maupun perdagangan di laut  yang berlaku di Inggris sebagai dasarnya. Sedangkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Skandinavia dan Jepang perlu pendalaman tersendiri.Tetapi logika dan filosofi dari pemikiran yang diajarkan di Universitas Indonesia merupakan titik tolak dalam menompang pekerjaan saya. Orang tua saya Prof Mr Soediman Kartohadiprodjo sudah tidak mengajar lagi waktu saya menjadi mahasiswa di Unversitas Indonesia. Karena beliau pada tahun 1957 telah ditunjuk oleh pemerintah untuk mendirikan Majelis Ilmu Pengetahuan Indoinesia yang merupakan cikal bakal Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI.

Demikian kesan-kesan saya sebagai murid Prof. Djokosoetono dan menjadi mahasiswa Fakutas Hukum & Ilmu Pengetahuan Masarakat Universitas Indonesia.

 

* Pengusaha dan mantan Presdir PT Karana Lines.